“Al Qodhi mengatakan: Orang yang berilmu dimisalkan dengan bulan dan ahli ibadah dimisalkan dengan bintang karena kesempurnaan ibadah dan cahayanya tidaklah muncul dari ahli ibadah. Sedangkan cahaya orang yang berilmu berpengaruh pada yang lainnya”
(Tuhfatul Ahwadzi, 7/376)
Keutamaan Membaca Dan Mengkaji Al-Qur’an
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah swt dan mendirikan sembahyang dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengaan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah swt menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah swt Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Fathiir 35:29-30)
Mustek CyberMagz
Majalah yang dibuat oleh Pejuang Dakwah di SKIFT UNS menghadirkan berbagai macam ilmu pengetauan dan Teknologi. Masalah yang dibahas dalam majalah ini terdiri dari:
ide-ide cemerlang Muslim Engineer
hasil penelitian
tutorial
kajian permasalahan lingkungan sekitar
artikel, dll.
Sudah Lama, sejak setahun lalu (kaya’nya) tak muncul lagi, hehehe… Kak jeffry nya sibuk.
download:MUStek 4th Trial Episode - Jumaditstsani 1430
MUStek 3rd Trial Edition - Jumadil Awwal
BANYAK BERGERAK DALAM SHOLAT
Apabila seseorang ingin mencermati gerakan-gerakan manusia dalam sholat, niscaya ia membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk menyelidiki hal itu. Sekalipun demikian, namun hal itu tidak menghalangi kami untuk menyebutkan sebagian gerakan-gerakan tersebut untuk mengingatkan kita terhadapnya maupun yang lainnya. Diantara gerakan yang dimaksud ialah:
1. Memain-mainkan hidung. Ini cara yang dianggap jelek diluar sholat, apalagi dilakukan dalam sholat?!
2. Menggaruk-garuk kepala.
3. Membetulkan sorban terkadang di sebelah kanan, terkadang di sebelah kiri, terkadang kesebelah atas, terkadang kesebelah bawah.
4. Memeriksa sesuatu yang ada di saku.
5. Membersihkan gigi atau kuku.
6. Menggerak-gerakan jam tangan atau melihat kepadanya.
7. Membetulkan igal (ikat kepala).
8. Bermain-main dengan jenggot.
9. Membetulkan benang di pakaian.
10. Meletakkan siwak diantara jari-jemari selama sholat.
Grups SKI FT UNS
Click to join skift_uns
Ya Allah, Sempurnakanlah Untuk Kami Cahaya Kami
Saudaraku,
Betapa pentingnya cahaya dalam gelap. Betapa berharganya secercah cahaya di tengah gulita. Betapa mahalnya memiliki pelita cahaya yang bisa menuntun berjalan di antara gelap yang tak menyisakan cahaya sama sekali.
Saudaraku,
Di hari akhir yang gelap gulita nanti, hanya orang-orang beriman yang memiliki cahaya. Yang dengan sinar cahayanya itu, mereka sangat tertolong untuk meniti perjalanan melintasi ash shiraat (jembatan). Itulah salah satu cahaya dari dua cahaya yang disebutkan Sayyid Quthb dalam kitab Fii Dzilaali Al Qur’an. Ia menyebutkan dua kategori cahaya, pertama adalah nuur hissy atau cahaya materil berupa cahaya Allah swt yang menyinari semua alam semesta. Tanpa nuur Allah, maka alam semesta ini gelap gulita dan tidak ada yang dapat terlihat. Kedua adalah nuur ma’nawi atau cahaya immateril. “Ia adalah cahaya yang terbit dari hati orang beriman dari Al Qur’an dan sunnah Rasulullah saw yang menyinari hati, pendengaran, dan penglihatan hamba Allah yang beriman. Lalu cahaya itu juga akan menjadi penerang seorang hamba di dunia dan di akhirat. (Fii Dzilaali Al Qur’an, Sayyid Quthb, 6/3485).
Bergantunglah, hanya kepada Allah SWT
“Ya Allah peliharalah aku dengan Islam ketika aku berdiri. Peliharalah aku dengan Islam ketika aku duduk. Peliharalah aku dengan Islam ketika aku terbaring. Jangan gembirakan orang yang memusuhiku dan yang menyimpan dengki kepadaku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua kebaikan yang ada di Tangan-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh simpanan kejahatan yang ada di Tangan-Mu.” (HR. Al Hakim dalam Mustadrak, 1/525)
Ini adalah doa yang diucapkan oleh amirul mukminin, Umar bin Khattab ra. Kelihatannya sederhana. Meminta perlindungan Allah swt dari segala sisi. Memohon semua kebaikan dan menolak kejahatan. Tapi, curahan kata-kata itu begitu mencakup seluruh bentuk tameng perlindungan yang harus dipintakan seorang hamba kepada Allah swt.
BUKU TAMU
Halaman ini silakan digunakan untuk memberikan kritik, saran atau apa saja.
silakan tinggalkan jejakmu…
Iman Kepada Allah
Kita mengimani rububiyah Allah , artinya bahwa Allah adalah Rabb: Pencipta, Penguasa dan Pengatur segala yang ada di alam semesta ini. Kita mengimani uluhiyah Allah , artinya Allah adalah ilaah (Sembahan) Yang Haq, sedang segala sembahan selain-Nya adalah batil.
Kita mengimani asma’ dan sifat-Nya, artinya bahwa Allah memiliki nama-nama yang maha indah serta sifat-sifat yang maha sempurna dan maha luhur. Dan kita mengimani keesaan Allah dalam hal itu semua, artinya bahwa Allah tiada sesuatu pun yang menjadi sekutu bagi-Nya dalam rububiyah, uluhiyah maupun dalam asma’ dan sifat-Nya.
Firman Allah :
“(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Adakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah)?” (Surah Maryam: 65)
“Allah, tiada sembahan (yang haq) selain Dia, yang Maha Hidup lagi Maha Menegakkan (segala urusan makhluk-Nya), tidak pernah mengantuk dan tidak pernah pula tidur. Hanya milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberikan syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak dapat mengetahui sesuatu pun ilmu dari-Nya kecuali dengan kehendak-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidaklah merasa berat memelihara kedua-nya, dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Surah Al-Baqarah: 255)
“Dialah Allah, yang tiada sembahan (yang haq) selain Dia, Yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Dialah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dialah Allah, yang tiada sembahan (yang haq) selain Dia. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniai Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Maha Indah. Bertasbih kepada-Nya semua yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surah Al-Hasyr: 22-24)
“Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dia memberikan anak perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi anak laki-laki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (Surah Asy-Syura: 49-50)
Tiada sesuatu pun yang melata di bumi ini melainkan hanya Allah yang menjamin rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiamnya dan tempat penyimpanannya. Semua itu tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (Surah Hud: 6)
Hati Asas Pergaulan
Dalam kehidupan, manusia tidak dapat lari dari pergaulan masyarakat. Asas utama yang menjadi kunci adalah hati yang menjadi peranan penting dalam jiwa dan kehidupan Muslim untuk menegakkan iman yang kuat serta jati diri yang berasaskan ketakwaan kepada Allah serta mengingati-Nya dengan berzikir dan bersholawat kepada Rasulullah sepanjang masa.
Firman Allah dalam surah al-Anfal 8, ayat 2 menyentuh kepentingan hati:
‘Sesunguhnya orang orang beriman itu apabila mereka menyebut Allah terasa gementarlah hati-hati mereka.’
Iman menunjukkan keikhlasan hati yang sehat akan membuahkan keimanan yang kuat dan akan membawa kepada jiwa yang bersih serta fikiran yang bernas dan menampakkan keikhlasan dalam pergaulan.
Hati membayangkan keikhlasan iman seseorang berdasarkan apa yang diungkapkan oleh lidah atau gerak gerik dan tingkah laku dalam pergaulan harian, ini sudah dapat difahami bahwa itu adalah kehendak hati walaupun tiada sebarang penjelasan melalui percakapan.
Sekiranya hati senantiasa sehat dalam pergaulan dan persahabatan, sentiasa mesra dan bahagia. Sebaliknya andai hati tidak sehat maka tidak ada tolak ansur dalam pergaulan. Setiap tindakan sudah ketara tidak ikhlas dan membawa kepada munafik disebabkan sering berbohong dan mencari alasan guna melindung diri dari penipuan.
Begitulah peranan hati dalam menjalani kehidupan di dunia ini, tetapi setiap insan sering kali melupakan bahawa segala tindakan di dunia ini adalah Adab Pergaulan Menurut Dalil Al-Quran Dan Al-Sunnah penentuan di hari pembalasan, baik atau buruk, ke syurga atau neraka. Malangnya jalan yang dilalui dalam kehidupan setiap insan sentiasa melalaikan kecuali yang beriman. Lantaran itu Rasulullah sentiasa memberi peringatan terhadap umatnya melalui sabda baginda:
‘Kasihilah olehmu akan saudara kamu seperti mana kamu kasih kepada diri kamu sendiri.’
taken from:
Bahan Tarbiyah “Adab Pergaulan menurut Al Qur’an dan As Sunnah”

